Di sisi lain, performa ekonomi makro Jawa Tengah sebenarnya menunjukkan ketahanan yang luar biasa di tengah ketidakpastian global yang melanda rantai pasok dunia.
Tingkat inflasi daerah berhasil dijinakkan di angka 3,18 persen (yoy), angka pengangguran melandai ke level 4,30 persen, dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melesat menembus Rp42,36 triliun.
Pemerintah daerah diharap tidak hanya mengejar target penyerapan anggaran dan pertumbuhan angka statistik semata, tetapi juga memperketat audit moral serta pengawasan digital.
Langkah sinkronisasi data antara Kementerian Sosial, perbankan penyalur, dan aparat penegak hukum menjadi harga mati agar subsidi negara tidak salah alamat dan jatuh ke lubang hitam perjudian.
















