MATASEMARANG.COM – Banjir kembali terjadi di Desa Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan.
Bahkan dalam setahun terakhir, banjir yang melanda wilayah tersebut terhitung sudah terjadi sebanyak tiga kali.
Oleh karena itu, normalisasi dirasa menjadi hal yang harus segera dilakukan agar warga bebas dari ancaman banjir di wilayah tersebut.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menyatakan, pihak Pemprov akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, untuk membantu Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) memetakan Daerah Aliran Sungai (DAS) mana yang perlu segera dinormalisasi.
“Kalau bisa dibantu bareng-bareng, akan lebih cepat. Kita hitung mana yang perlu dinormalisasi, mana yang bisa dikerjakan bersama. Prinsipnya gotong royong,” ujar Gus Yasin.
Dia melihat, banjir yang terjadi disebabkan oleh kerusakan lingkungan di daerah hulu dan bantaran sungai.
“Bantaran sungai jangan dijadikan lahan pertanian. Kalau menanam pisang atau ketela di sana, saat banjir datang, semua hanyut, jadi sampah dan memperparah kondisi,” ungkap Gus Yasin, sapaan akrabnya.
Untuk mengatasi banjir di lokasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng telah menyiagakan empat pompa air di lokasi banjir.
“Kita tidak bisa hanya menunggu air surut. Kalau bisa, kita cari tambahan pompa lagi agar warga cepat pulang ke rumah masing-masing,” ujarnya.
Untuk jangka panjang, Pemprov tengah mengkaji pemasangan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), agar warga bisa lebih waspada terhadap potensi banjir berikutnya.


















