Acara demi acara dalam ajang silaturahmi itu, termasuk pentas (perform) komunitas di aula besar SMAN 1 Kota Semarang, berlangsung meriah. Tak ada suasana kompetisi, yang hadir hanyalah berbagi kegembiraan sesama anggota komunitas.
Seragam aneka warna yang dikenakan masing-masing anggota kian menegaskan bahwa apa yang tersandang di raga lebih sebagai pesan keceriaan dan kegembiaraan yang tiada terjeda. Seragam warna warni terang bukan lagi sebagai pembeda identitas komunitas, melainkan media penyebar keceriaan, kegembiraan bersama.

Ketua Jalan Nordik Abhinaya Indrawati (kedua dari kanan) bersama para ketua komunitas jalan Nordik. Dok. KJN Abhinaya
Ketua KJN Abhinaya, Indrawati, menyatakan silaturahmi antarkomunitas jalan Nordik perlu diselenggarakan rutin untuk merawat persaudaraan dan persahabatan.
Forum tersebut, tambahnya, untuk menguatkan jalinan silaturahmi sekaligus mempererat kekeluargaan di antara kelompok jalan Nordik, khususnya di Jawa Tengah.
Menurut Indrawati, saat ini jalan Nordik makin berkembang sehingga harus dikelola lebih baik lagi.
“Jalan Nordik perlu segera didaftarkan ke KORMI (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia), agar mendapat pembinaan dan perhatian pemerintah,” ujarnya.
Namun, untuk bisa masuk dalam KORMI ada persyaratan keorganisasian yang wajib dipenuhi, antara lain, ketercukupan jumlah cabang KJNI di kabupaten/kota dan provinsi.***

















