Angin bertiup dominan dari arah Timur-Tenggara, menciptakan sensasi kering dan berdebu di area terbuka, sementara kelembapan udara meluncur ke titik terendah di kisaran 45 persen.
Menjelang sore hari, pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, suhu lingkungan mulai melandai secara bertahap menuju 29 derajat Celsius.
Meskipun ketajaman sinar matahari melunak, kecepatan angin diprakirakan masih bertahan cukup kencang di angka 15 hingga 25 kilometer per jam, sebelum akhirnya perlahan mereda seiring tenggelamnya matahari.
Malam hari, mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB, langit Kota Semarang akan tertutup awan tipis dengan kondisi cuaca yang relatif kering dan bersih. Suhu udara malam hari diproyeksikan meluncur turun ke batas bawah yang cukup dingin dan menyegarkan, berkisar antara 25 hingga 26 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara meningkat moderat hingga 80 persen.
Secara sektoral, kawasan Semarang Bawah dan wilayah pesisir seperti Genuk, Semarang Utara, hingga kawasan pelabuhan akan merasakan dampak angin kencang yang paling kentara.
Untuk sektor maritim, BMKG memperingatkan adanya peningkatan tinggi gelombang di Perairan Utara Semarang yang hari ini diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter akibat dorongan angin kemarau, sehingga para nelayan tradisional diminta untuk tetap berhati-hati.
Sementara itu, di kawasan Semarang Atas seperti Banyumanik, Gunungpati, dan Mijen, suhu udara malam hari berpotensi terasa jauh lebih dingin dari biasanya (mencapai 23 derajat Celsius) akibat pelepasan panas bumi yang cepat ke langit yang bersih.


















