Dosen Undip Semarang Ubah Sampah Plastik Jadi Energi

Dosen Undip ubah sampah plastik jadi energi (foto: humas Undip)
Dosen Undip ubah sampah plastik jadi energi (foto: humas Undip)

MATASEMARANG.COM – Dosen Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) Didi Dwi Anggoro menggagas teknologi inovatif bernama pirolisis katalisis yang mampu mengubah sampah plastik menjadi energi terbarukan.

Sampah plastik seperti botol atau gelas air minum, sendok makan, bungkus makanan, kantong belanja, hingga styrofoam, bungkus bekas rokok, dan lainnya dapat diubah menjadi bahan bakar cair (liquid fuel), gas, dan residu padat (wax) yang bernilai guna.

Didi menyampaikan bahwa alat ini didesain dengan sistem pemanas hybrid menggunakan oli bekas dan gas elpiji, memungkinkan alat tetap bekerja bahkan saat terjadi pemadaman listrik.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Mendikdasmen: Semua Anak adalah Bintang

“Untuk oli bekas kita memerlukan blower dan listrik. Jika listrik mati, proses tetap bisa berjalan dengan beralih ke gas elpiji. Tapi yang diutamakan tetap oli bekas karena itu bagian dari prinsip keberlanjutan,” ungkapnya, Jumat 1 Agustus 2025.

Pada uji coba di TPST K3L Undip, alat ini berhasil mengolah 37,5 kg limbah plastik campuran dalam proses pirolisis selama 8 jam dengan suhu terkontrol di 443°C.

Hasilnya, Sebanyak 12,5 liter bahan bakar cair yang bisa digunakan untuk genset dan kompor modifikasi, serta 2 liter wax cair yang bahkan bisa diolah menjadi bahan campuran paving block ramah lingkungan.

BACA JUGA  Fakultas Psikologi USM Jalin Kerja Sama Internasional dengan IBRA Jerman

Gas sisa yang tidak terkondensasi, seperti metana, digunakan ulang untuk mempertahankan suhu reaktor sehingga mewujudkan proses konversi energi yang nyaris tanpa limbah.

Lebih lanjut, ia memaparkan bagaimana proses pirolisis berlangsung.

Pos terkait