Dua Armada BRT Trans Semarang Lakukan Uji Coba Layani Penumpang Menuju POJ City

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Trans Semarang Haris Setyo Yunanto (matasemarang.com/ Ade Lukmono)
Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Trans Semarang Haris Setyo Yunanto (matasemarang.com/ Ade Lukmono)

“Dari Mal 23 Semarang menyampaikan ada potensi besar. Jumlah karyawannya ribuan. Di situ kami mencoba menangkap potensi tersebut dengan melakukan uji coba terlebih dahulu,” ujarnya.

Haris menyebutkan armada yang melayani kawasan POJ City, termasuk Mal 23 Semarang, menggunakan bus berukuran medium dengan panjang lintasan sekitar 15 kilometer.

Selama masa uji coba, Trans Semarang akan melakukan evaluasi terhadap tingkat okupansi penumpang serta kebutuhan layanan transportasi masyarakat di kawasan tersebut.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Polisi Salurkan 17 Ton Beras SPHP di Kota Semarang

Jam operasional layanan dua armada BRT Trans Semarang itu dimulai pukul 07.30 WIB hingga 22.30 WIB. Namun frekuensi keberangkatan disesuaikan dengan jam-jam aktivitas karyawan Mal 23 Semarang dan pengguna kawasan POJ City.

“Jam operasional armada kami menyesuaikan dengan aktivitas karyawan dan pengunjung Mal 23 Semarang. Pada jam-jam sibuk pagi, siang, hingga sore, headway atau waktu tunggu rata-rata sekitar 10 menit. Sementara di luar jam padat, waktu tunggunya bisa berkisar 20-30 menit,” bebernya.

BACA JUGA  Transportasi Hijau Semarang, Rukiyanto: Modernisasi Armada dan Kebijakan Subsidi Jadi Kunci

Sejauh ini, lanjutnya, antusiasme masyarakat yang memanfaatkan BRT menuju Mal 23 Semarang maupun kawasan POJ City menunjukkan tren positif. BRT Trans Semarang bisa menjadi alternatif transportasi publik bagi pekerja, pelajar maupun masyarakat umum yang ingin mengunjungi kawasan POJ City atau Mal 23 Semarang.

Di sisi lain, Trans Semarang juga sedang melakukan kajian berbagai masukan masyarakat terkait permintaan pengaktifan kembali layanan menuju kawasan The Park Semarang. Kajian dilakukan dengan menghitung kebutuhan armada, jarak tempuh, hingga waktu tunggu penumpang.

Pos terkait