Gen Z dan Milenial Anggap Rumah Bukan Investasi

MATASEMARANG.COM – Cara pandang generasi Baby Boomers dan Gen X terhadap rumah dengan generasi sesudahnya amat berbeda.

Bila orang tua mereka menganggap rumah sebagai investasi, Gen Z dan Milenial tidak seperti itu.

Generasi Z dan milenial, yang kini populer disebut sebagai “Zillennial”, di Jakarta kini menghadapi tantangan kepemilikan rumah yang tidak hanya soal keterjangkauan harga, tetapi juga pergeseran cara pandang terhadap properti sebagai aset.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Agung Dorian Luncurkan Single “Jatinegara”, Kisahkan Perjalanan Cinta Masa Muda

“Membeli rumah itu tidak lagi dianggap sebagai investasi. Memiliki rumah juga tidak lagi dianggap sebagai indikator sukses. Kalau mau tinggal di Jakarta ya sewa, itu pilihan mereka sekarang,” kata Hendra Hartono, CEO PT Leads Property Services Indonesia, dalam Asia Connect: Indonesia CEO & Leaders Forum 2026 di The Westin Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan, dari sekitar 32 juta penduduk Jabodetabek, sekitar 50 persen merupakan kelompok usia produktif yang seharusnya menjadi target pasar pembeli rumah pertama. Namun, kelompok Gen Z dan milenial kini cenderung menunda, bahkan memilih tidak membeli rumah.

BACA JUGA  Kiat Orang Tua Dampingi Anak Akses “Game Online” secara Sehat

Menurut Hendra, terdapat dua persoalan utama yang dihadapi segmen ini, yakni keterjangkauan harga dan ketidaksesuaian produk dengan kebutuhan serta gaya hidup.

Dari sisi harga, kenaikan harga properti dinilai terus melampaui pertumbuhan pendapatan. Kondisi ini membuat generasi muda harus menyeimbangkan antara kualitas hidup dan kepemilikan aset, terutama dengan adanya kebijakan perbankan yang memperbolehkan hingga 50 persen penghasilan dialokasikan untuk cicilan KPR.

Pos terkait