Harga BBM Melambung, OJK Jateng Mitigasi Risiko Kenaikan Kredit Bermasalah

Kepala OJK Jateng Hidayat Prabowo (matasemarang.com/ Ade Lukmono)
Kepala OJK Jateng Hidayat Prabowo (matasemarang.com/ Ade Lukmono)

MATASEMARANG.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah mulai mengantisipasi berbagai risiko yang dapat muncul akibat tekanan ekonomi, termasuk potensi peningkatan kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) di sektor jasa keuangan.

Kepala OJK Jateng Hidayat Prabowo mengatakan lembaga terkait seperti Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan memiliki kewenangan menyusun proyeksi makroekonomi, sementara OJK fokus mencermati dampaknya terhadap industri keuangan.

“Dampaknya terhadap sektor keuangan tentu salah satunya risiko NPL yang cenderung meningkat. Karena itu, baik OJK pusat maupun daerah sudah mulai melakukan langkah antisipasi,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Pasokan LPG dan BBM Subsidi Jepara Surplus hingga Akhir Tahun

Sebagai langkah mitigasi, OJK meminta seluruh pelaku industri jasa keuangan melakukan stress testing terhadap berbagai skenario ekonomi.

Hal ini untuk memberi gambaran kondisi apabila tekanan ekonomi semakin meningkat.

Menurut Hidayat, kenaikan harga BBM berpotensi menambah beban dunia usaha dan memengaruhi kemampuan debitur memenuhi kewajiban kredit.

“Untuk kredit produktif, kenaikan biaya operasional tentu akan menjadi beban tambahan bagi pelaku usaha. Industri keuangan sedang menghitung seberapa besar dampak yang mungkin terjadi,” katanya.

BACA JUGA  Tambahan Etanol di BBM Pertamina demi Menekan Emisi Karbon

Pada kredit konsumtif, peningkatan biaya hidup juga menjadi faktor penting. Meski ASN memiliki mekanisme pembayaran melalui pemotongan gaji, kenaikan kebutuhan sehari-hari tetap dapat memengaruhi kondisi keuangan rumah tangga.

Selain itu, OJK juga menyoroti risiko bagi bank dan perusahaan pembiayaan yang memiliki eksposur terhadap valuta asing.

Pos terkait