MATASEMARANG.COM – Ulah importir yang tidak segera mengeluarkan kontainer dari pelabuhan menyebabkan ribuan peti kemas menggunung di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Ada ribuan kontainer menumpuk di pelabuhan laut tersibuk di Indonesia itu.
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mengungkapkan faktor utama dari ribuan kontainer yang dilaporkan menumpuk di Pelabuhan Tanjung Priok. Itu karena ulah perusahaan importir yang tidak segera melakukan pengeluaran dari pelabuhan tujuan.
Direktur Jenderal Bea Cukai Djaka Budhi Utama di sela rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kawasan Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, mengatakan penumpukan terjadi bukan karena proses administrasi kepabeanan, melainkan perusahaan importir tidak segera melakukan pengeluaran dari pelabuhan tujuan.
“Keberadaan Bea Cukai sebagai lini terdepan di pelabuhan pada saat pelayanan keluar-masuk barang, sudah sesuai dengan dengan standar yang diharapkan oleh nasional,” kata Djaka.
“Namun, ketika kontainer-kontainer tersebut sudah mengalami pengeluaran barang, ini masih terjadi penumpukan karena para pelaku tidak dengan segera melakukan pengeluaran,” ujarnya menambahkan.
Ia mengungkapkan bagaimana sejumlah perusahaan atau pabrikan otomotif memanfaatkan fasilitas untuk membiarkan barang yang mereka impor tidak segera keluar dari area pelabuhan selama tiga hari.
“Contohnya seperti BYD, kemudian dari Wuling, itu masih memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh pelabuhan selama tiga hari setelah SPPB (Surat Persetujuan Pengeluaran Barang) keluar, bahkan lebih dari dua minggu dia tidak angkat ke luar. Kemarin itu hampir sekitar 10 ribu kontainer yang masih ada di pelabuhan,” jelas Djaka.


















