Lewat pemerataan infrastruktur yang inklusif ini, Kementerian Komdigi berharap masyarakat tidak lagi memosisikan diri sebagai konsumen pasif atau penonton di era digital, melainkan mampu mengonversi konektivitas tersebut menjadi ceruk produktivitas yang mendongkrak kesejahteraan ekonomi.
Menghadapi tantangan geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan, Nezar menekankan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri.
Diperlukan komitmen sinergis dan terobosan inovatif antara pembuat kebijakan, operator seluler, penyedia jasa internet (ISP), serta para pemangku kepentingan terkait.
Langkah peningkatan kapasitas pita lebar (bandwidth) ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Kemenkomdigi dalam menyongsong adopsi teknologi masa depan, mulai dari kecerdasan buatan (artificial intelligence), komputasi awan (cloud services), hingga ekosistem Internet of Things (IoT).
“Ke depan, konsumsi bandwidth nasional dipastikan melonjak tajam. Oleh sebab itu, akselerasi mutu internet dan formulasi harga yang murah harus berjalan beriringan tanpa bisa ditawar lagi,” pungkas Wamen Nezar Patria.

















