Karier Dosen: Apa Guna Publikasi bila Tak Berkontribusi?

Dosen mengajar
Ilustrasi dosen mengajar. AI/Qwen

Keempat, praktik profesional apa yang baru? Kelima, kebijakan atau kehidupan masyarakat apa yang dipengaruhi? Keenam, komunitas atau jejaring keilmuan apa yang dibangun?

Publikasi dan sitasi tetap menjadi salah satu bukti penting dalam portofolio tersebut tetapi keduanya ditempatkan sebagai bukti kontribusi, bukan sebagai tujuan yang harus dikejar secara terpisah.

Penilaian tetap memerlukan penelaah sejawat oleh ahli yang independen. Hal yang harus dihindari adalah menjadikan publikasi sebagai mata uang karier sebab ketika publikasi menjadi mata uang, jumlah artikel mudah menjadi tujuan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Relasi Hangat dan Stabil Jadi Kunci Kebahagiaan

Jika kontribusi menjadi tujuan, publikasi kembali pada fungsi aslinya: sebagai sarana untuk menyampaikan sesuatu yang memang layak diketahui dunia.

Universitas pun perlu mengubah indikator keberhasilannya. Bukan hanya berapa artikel yang dihasilkan, tetapi berapa pengetahuan penting yang dihasilkan; berapa inovasi yang digunakan; berapa kebijakan yang diperbaiki; berapa masalah yang terpecahkan; berapa ilmuwan dan profesional unggul yang dilahirkan.

Universitas unggul bukan universitas yang paling banyak menerbitkan, melainkan universitas yang paling bermakna kontribusinya.

BACA JUGA  Mereka yang Tersandera Jenama dan Gaya, Bekas Pun Tak Apa

Seorang dosen tidak seharusnya dikenang karena jumlah publikasinya, tetapi karena seberapa besar kontribusinya bagi ilmu dan manusia. [Ant]

*) Penulis adalah Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Pos terkait