“Karena plaza 2 itu tadi katanya sepi salah satunya karena masyarakat tahunya ini sudah tutup semua. Sehingga jika plaza 1 dibuka maka diharapkan plaza 2 ramai juga,” jelasnya.
Dewan berharap seluruh aset milik daerah tidak ada yang terlantar atau bahkan mangkrak.
“Ini sekarang kita lihat masih cukup bagus (bangunannya) tapi kalau tidak digunakan terus pasti akan rusak. Jadi kami berharap seluruh aset milik daerah tidak ada yang telantar,” pungkasnya.
Plt Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang Aniceto Magno Da Silva mengatakan hingga hari ini belum ada serah terima aset Plaza Simpang Lima dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) kepada Disdag.
Ia mengatakan jika nantinya aset Plaza Simpang Lima sudah diserahterimakan, maka Disdag akan berupaya semaksimal mungkin agar Plaza Simpang Lima tidak mangkrak.
“Yang jelas hingga hari ini secara sah kami belum menerima ini (Plaza Simpang Lima). Jika aset ini sudah diserahkan ke Disdag maka kita akan upayakan semaksimal mungkin agar tidak mangkrak dan bisa kembali ramai dan ada pendapatan masuk ke Pemkot Semarang,” kata Aniceto.
Ia mengaku jika nantinya aset tersebut telah diserahkan kepada Disdag maka pihaknya siap mengelola. Bahkan ide dari Komisi B untuk bisa menjadikan Plaza Simpang Lima 1 sebagai pusat kuliner juga akan ditindaklanjuti.
“Idenya bagus tinggal realisasinya nanti seperti apa kita tunggu penyerahan aset ke dinas perdagangan,” tandasnya.


















