Lingkar Luar Simpang Lima Dibenahi, Hadirkan Ruang Publik Modern yang Nyaman

Penataan Simpang Lima juga memperhatikan keberlanjutan ruang hijau. Pohon-pohon yang sebelumnya berada di kawasan tersebut dipindahkan sementara ke Kebun Bibit Sampangan untuk menjalani masa perawatan dan karantina. 

Setelah pekerjaan selesai, pohon-pohon tersebut akan ditanam kembali sebagai bagian dari lanskap baru Simpang Lima.

“Kami tidak menghilangkan ruang hijau. Pohon-pohon tetap kami rawat agar nantinya Simpang Lima tetap menjadi kawasan yang rindang, teduh, dan nyaman dinikmati masyarakat,” tuturnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Imtihan TPQ Khairunnisa Ciptakan Generasi Muda Berakhlak Mulia

Selama proses pembangunan berlangsung, pedagang kaki lima direlokasi sementara ke shelter di depan eks E-Plaza. Setelah revitalisasi yang ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026 rampung, para pedagang akan kembali menempati kawasan Simpang Lima dengan fasilitas yang lebih tertata, bersih, dan nyaman.

Sebelum pekerjaan konstruksi dimulai, Pemkot Semarang juga telah melakukan normalisasi sedimen saluran drainase sejak Januari 2026 sebagai langkah awal memperkuat sistem pengendalian genangan di kawasan tersebut.

Agustina berharap masyarakat dapat mendukung proses revitalisasi yang sedang berlangsung. 

BACA JUGA  12 Pemancing Terhempas Ombak di Tanjung Emas: 4 Tewas, 1 Hilang

Menurutnya, penyesuaian selama masa pembangunan merupakan investasi jangka panjang untuk menghadirkan Simpang Lima yang lebih representatif sebagai ikon Kota Semarang.

“Ketika revitalisasi ini selesai, masyarakat akan memiliki ruang publik yang lebih nyaman untuk beraktivitas, berolahraga, berkumpul bersama keluarga, maupun menikmati kawasan kuliner. Pedagang memperoleh fasilitas yang lebih baik, lingkungan menjadi lebih bersih, dan Simpang Lima akan semakin layak menjadi kebanggaan warga Semarang maupun tujuan wisata. Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar proses pembangunan berjalan lancar,” pungkasnya.

Pos terkait