Mahasiswa KKN UPGRIS Fokus Mitigasi Bencana dan Digitalisasi UMKM Semarang

KKN UPGRIS di Kabupaten Semarang (foto: Pemkab Semarang)
KKN UPGRIS di Kabupaten Semarang (foto: Pemkab Semarang)

MATASEMARANG.COM – Potensi bencana tanah longsor saat musim hujan menjadi perhatian serius mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) semester genap 2026.

Sebanyak 357 mahasiswa resmi diterima oleh Wakil Bupati Nur Arifah mewakili Bupati Semarang Ngesti Nugraha di halaman Kantor Bupati Semarang, Rabu 14 Januari 2026 lalu.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UPGRIS Wiyaka menjelaskan bahwa para mahasiswa telah dibekali pengetahuan dan keterampilan penanganan bencana bekerja sama dengan BPBD Jawa Tengah.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  PDAM Tirta Moedal Kota Semarang Klarifikasi Soal Penemuan Mayat di Reservoir Siranda

“Sudah ada pemetaan potensi bencana di sepuluh desa di Ungaran Timur dan sebelas desa di Ungaran Barat. Kondisi geografis perbukitan di Ungaran Timur memang rawan longsor, tapi mahasiswa sudah mendapat pembekalan mitigasi sehingga mampu mengambil tindakan awal,” jelasnya.

Selain mitigasi bencana, mahasiswa KKN juga akan melanjutkan program digitalisasi UMKM desa yang telah dimulai tahun lalu.

Program ini akan dievaluasi dan dikembangkan lebih lanjut untuk memperkuat ekonomi lokal.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wabup, Bupati Semarang Ngesti Nugraha menegaskan bahwa KKN menjadi ajang penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri sekaligus berkontribusi nyata bagi pembangunan desa.

BACA JUGA  Sudah Dipasang “Speed Trap”, Jalan Balap Liar Masih Marak

“Interaksi langsung dengan warga desa akan memperkaya pengetahuan dan pengalaman mahasiswa. Selain itu, mereka dapat membantu mengidentifikasi masalah dan potensi desa, sehingga menjadi masukan penting bagi pembangunan daerah,” pungkasnya.

Dengan bekal mitigasi bencana dan program pemberdayaan ekonomi, mahasiswa KKN UPGRIS diharapkan tidak hanya menjadi pelajar di ruang kelas, tetapi juga agen perubahan di tengah masyarakat.

Pos terkait