Menkes Beberkan Tiga Fokus Utama Cek Kesehatan Gratis Tahun 2026

MATASEMARANG.COM – Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Pandanaran Kota Semarang pada Selasa, 10 Februari 2026.

Dalam peninjauannya, Budi membeberkan ada tiga perbedaan CKG tahun lalu dengan tahun 2026. 

Pertama, jika pada CKG tahun 2025 hanya pengecekan, pada tahun 2026, selain dicek, pasien yang hasil CKG-nya tidak normal maka harus diobati.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Program Tata Kelola Kendaraan Jateng Jadi Percontohan Nasional

“Misalnya kalau pas dicek ternyata gulanya tinggi, tensinya tinggi maka harus langsung diobati atau diberikan obat-obatan yang sesuai,” kata Budi.

Kemudian, CKG ini harus rutin dilakukan setiap tahun sekali. Apalagi bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi maupun gula darah tinggi, CKG menjadi wajib dilakukan untuk memastikan kondisi pasien.

Selanjutnya, Budi mengatakan saat ini CKG tidak hanya bisa dilakukan di puskesmas saja tapi bisa dilakukan di sekolah maupun tempat kerja.

BACA JUGA  Hasto Kristiyanto Dituntut 7 Tahun Penjara

“Jadi ada tiga tambahan fitur cek kesehatan gratis, yakni fokusnya itu harus diobati, rutin dilakukan tiap tahun sekali dan bisa dilakukan bukan hanya di puskesmas tapi juga di sekolah dan tempat kerja yang ada kliniknya,” jelasnya Menkes.

Budi berharap dengan adanya tiga fokus tersebut masyarakat tetap bisa sehat. 

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Jawa Tengah menjadi nomor satu tingkat nasional pelaksanaan CKG.

“Hingga hari ini sudah hampir 90 persen jadi 970 desa sudah kita lakukan cek kesehatan gratis. Ini sudah menjadi budaya masyarakat kita melakukan cek kesehatan gratis, mau sehat mau sakit cek dulu,” kata Luthfi.

Pos terkait