Untuk mendukung pengangkutan, DLH juga menyiapkan dua dump truck dengan 10 personel yang bertugas mengambil dan membawa sampah dari berbagai titik lokasi kegiatan.
Pola kerja yang sama dilakukan setelah penutupan pada Sabtu malam. Setelah aktivitas di Simpang Lima berakhir, petugas langsung menyisir kawasan, melakukan penyapuan, mengumpulkan sampah, kemudian mengangkutnya dari lokasi.
Langkah serupa juga dilakukan setelah pembukaan MTQ Nasional XXXI. Meski kegiatan berlangsung hingga malam, petugas langsung melakukan pembersihan setelah acara selesai agar kawasan Simpang Lima kembali dapat digunakan masyarakat.
Agustina mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan ruang publik dengan membuang sampah pada tempatnya. Menurutnya, kebersihan perlu menjadi kebiasaan bersama, termasuk ketika tidak ada kegiatan besar.
“Selama MTQ berlangsung, banyak ruang publik yang kita gunakan bersama. Saya mengajak masyarakat untuk ikut menjaganya dengan membuang sampah pada tempatnya. Kebersihan akan lebih mudah dijaga kalau menjadi kebiasaan kita sehari-hari,” tuturnya.
Penanganan kebersihan selama MTQ Nasional XXXI menjadi bagian dari upaya menjaga ruang publik Kota Semarang tetap dapat digunakan masyarakat setelah kegiatan berlangsung. Pembersihan dilakukan sejak sebelum acara, selama rangkaian kegiatan, hingga setelah penutupan.


















