Pada periode 2016-2021, Evergrande Group, Evergrande Real Estate, dan Xu Jiayin disebut menggunakan berbagai cara, termasuk memalsukan laporan keuangan secara berkelanjutan dan dalam skala besar, menggelembungkan nilai aset, serta menyembunyikan kewajiban utang.
Mereka masing-masing melakukan sejumlah tindak pidana, termasuk menghimpun dana masyarakat secara ilegal, menipu dalam penghimpunan dana, menerbitkan surat utang secara curang, serta membocorkan informasi penting dengan melanggar hukum.
Evergrande Group dan Xu Jiayin juga memperoleh kendali atas lembaga keuangan melalui cara-cara seperti penyuapan, kemudian secara ilegal menarik dan menggunakan dana kredit serta dana asuransi untuk kepentingan Evergrande Group.
Tindakan tersebut mencakup tindak pidana penyuapan oleh badan usaha, pemberian pinjaman secara ilegal, serta penggunaan dana secara melawan hukum.
Xu Jiayin juga memanfaatkan jabatannya sebagai Ketua Evergrande Real Estate untuk mengorganisasi pemalsuan laporan keuangan dan menguasai aset perusahaan dengan dalih pembagian dividen.
Pengadilan juga menyatakan bahwa tindak pidana yang dilakukan Evergrande Group, Evergrande Real Estate,dan Xu Jiayin telah secara serius merusak tatanan ekonomi pasar properti, melanggar hak atas kekayaan publik maupun pribadi, serta mencederai integritas dalam pelaksanaan tugas pejabat negara.
Nilai tindak pidana yang terlibat sangat besar, menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar, serta menimbulkan dampak sosial yang sangat serius sehingga harus dihukum secara berat sesuai dengan hukum.















