MATASEMARANG.COM – Peringatan Hari Raya Waisak 2026 M di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Minggu 14 Juni 2026 berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat lintas agama dan budaya.
Acara ini menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi sekaligus mendorong partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah.
Wakil Bupati Semarang Nur Arifah menjelaskan bahwa peringatan Waisak tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial.

Waisak kali ini juga diisi dengan aksi pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon dan kegiatan sosial.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama pemuda, untuk ikut membangun Kabupaten Semarang sesuai kemampuan dan potensi masing-masing,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya silaturahmi lintas agama sebagai modal kebersamaan untuk kemajuan daerah.
Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen menjaga kerukunan antarumat beragama dengan dukungan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Selain itu, Nur Arifah juga berpesan kepada generasi muda agar bijak memanfaatkan teknologi digital.
Penggunaan gawai dan media sosial harus diarahkan untuk kegiatan positif dan produktif.
Tokoh agama Romo Pujianto menilai peringatan Waisak lintas agama dan budaya merupakan wujud nyata semangat kebersamaan.
“Momentum Waisak harus dimanfaatkan untuk membawa keberkahan, kemakmuran, dan kedamaian. Perayaan ini bukan hanya diperingati, tetapi harus memberi dampak nyata melalui perbuatan baik,” katanya.
Ia mengapresiasi partisipasi komunitas gereja yang turut menampilkan lagu anak-anak sebagai simbol toleransi.


















