Polri mengajak para nelayan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pengurus rukun nelayan di wilayah pesisir untuk membangun komunikasi cepat dan merespons segala potensi kerawanan secara dini.
“Tolong bangun, tolong komunikasi, respon cepat apapun informasi di pencegahan sedemikian rupa. Tadi saya lihat bahwa kita mencegah, merubah reaktif menjadi proaktif,” katanya dilansir Antara.
Menurut dia, pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk kejahatan yang masuk melalui jalur pesisir termasuk narkotika, illegal fishing, hingga kejahatan lintas negara lainnya.
“Kami berkomitmen menegakkan hukum secara tegas demi mewujudkan wilayah Jawa Tengah yang aman dan kondusif menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Dia mengatakan program tersebut tidak sekadar cuma hanya disampaikan oleh Kapolri tetapi Pancanaka itu di-breakdown dari Polisi Bersama Masyarakat melalui kegiatan penjagaan dan upaya preemtif terkait masuknya kejahatan di wilayah pesisir. ***

















