“Jadi masyarakat mesti ngerti juga bahwa APBN adalah meng-absorb shock seperti ini, sehingga masyarakat masih bisa melakukan bisnisnya, kegiatannya tanpa kenaikan beban yang berlebihan. Itu yang kadang-kadang dilupakan orang,” kata Purbaya. [Ant]
Pos terkait
KPR Cepat dan Fleksibel, Bank Pasar Kota Semarang Permudah Kepemilikan Hunian
Kinerja Fiskal Jateng Solid, Realisasi Pendapatan Negara Tembus Rp27,15 Triliun
Indosaku Didenda Rp875 Juta, Buntut Kasus “Debt Collector” Libatkan Damkar Kota Semarang
40 Investor Tertarik Masuk Jateng lewat CJIBF 2026, Potensi Investasi Rp16 Triliun
CJIBF 2026: Ahmad Luthfi Siapkan 12 Kawasan Industri Baru di Jateng
Utang Nyaris Rp10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman Terkendali
BI Targetkan Serap Rp3,62 Miliar Uang Lusuh di Kepulauan Karimunjawa
TPPD Jateng Dibubarkan, Riyanta: Langkah Tepat Efisiensi Anggaran


















