MATASEMARANG.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan pemerintah provinsi sedang menyiapkan 12 kawasan industri baru.
Dia menyebut, beberapa bupati dan wali kota sudah mengajukan diri agar daerahnya menjadi kawasan industri.
“Kami siapkan 12, seperti Kebumen, Cilacap, Banyumas, Sragen, Demak Rembang dan lain sebagainya,” kata Ahmad Luthfi dalam acara Centra Java Investment Forum (CJIBF) pada Senin 11 Mei 2026.
Untuk itu, dia meminta bantuan dari pemerintah pusat untuk mengawal agar target ini bisa segera terwujud.
“Maka kami minta guidance dari pemerintah pusat agar bisa cepat,” tambahnya.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu menyebut Jawa Tengah menjadi salah satu daerah paling strategis dalam peta investasi nasional.
Dia menyebut capaian investasi Jawa Tengah pada 2025 maupun triwulan I 2026 termasuk yang tertinggi di Indonesia.
“Pertumbuhan ekonomi itu sebenarnya 30 persen kontribusinya dari sektor realisasi investasi. Hari ini CJIBF diharapkan bisa menjaga angka pertumbuhan realisasi investasi ini,” kata Todotua.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemprov Jawa Tengah yang menyiapkan tambahan kawasan industri baru.
Keberadaan kawasan industri dinilai akan mempercepat proses perizinan sekaligus memperkuat konektivitas logistik dan infrastruktur industri.
Sementara itu, data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa Perekonomian Jawa Tengah pada triwulan I 2026 tumbuh 5,89 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen (yoy).


















