Pemeriksaan ini bertujuan untuk menelusuri kemungkinan kontaminasi atau kesalahan prosedur dalam pengolahan makanan.
Sayangnya, hasil uji laboratorium tidak bisa diperoleh dalam waktu singkat. Ida memperkirakan proses analisis akan memakan waktu satu hingga dua minggu.
“Hasilnya itu satu sampai dua minggu, karena harus menunggu dari laboratoriumnya juga,” jelasnya.
Senada dengan Dinkes, pihak sekolah juga menyatakan bahwa kepastian penyebab insiden akan diumumkan setelah hasil resmi keluar.
Kepala SMKN 1 Kandeman, Yulianto, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan.
“Pemerintah Kabupaten Batang berjanji akan mengumumkan hasil uji lab kepada publik begitu didapatkan,” ujarnya.
Insiden ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah, mengingat MBG merupakan inisiatif nasional untuk meningkatkan gizi pelajar.
Penyelidikan mendalam diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.


















