Roblox Tunduk pada PP Tunas demi Lindungi Anak di Ruang Digital

“Tadi kami sampaikan ada pembatasan games sesuai klasifikasi usia. Jadi nanti games yang bisa dilihat oleh anak di bawah 13 tahun akan berbeda dengan yang dilihat oleh 16 tahun ke bawah, dan juga oleh anak 16 tahun ke atas,” kata Meutya.

Apabila pengguna tidak mengikuti ketentuan verifikasi usia dengan teknologi facial recognition atau pengenalan wajah, maka nantinya secara otomatis akun terkait akan dimatikan fitur komunikasinya.

Selanjutnya untuk mengatasi masalah kecanduan gim, disepakati bahwa Roblox memberikan pengaturan khusus yang dapat diakses orang tua untuk membatasi screen time atau waktu anak saat bermain gim.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Mengajak Warga Semarang Olah Pekarangan Sempit Jadi "Kulkas Hidup"

Dengan cara itu, orang tua tetap dapat mengatur kebiasaan anak di ruang digital terutama saat mengakses platform Roblox.

“Ini menjadi aturan games pertama, mungkin di dunia, karena negara-negara yang melakukan penundaan akses akun anak biasanya hanya kepada sosial media. Tapi di Indonesia ini pertama untuk dikenakan terhadap games. Kita cukup apresiatif kepada Roblox karena mematuhi aturan yang berlaku di Indonesia ini,” tutup Meutya dikutip Antara.

Vice President Global Public Policy Roblox Nicky Jackson Colaco dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa PP Tunas merupakan aturan penting untuk melindungi keluarga di Indonesia sehingga pihaknya berkomitmen penuh mematuhi PP Tunas.

BACA JUGA  TikTok Tutup 780 Ribu Akun Anak di Indonesia

Nicky kemudian menjelaskan lebih lanjut mekanisme pengaturan akses gim di platformnya. Setelah pengguna melakukan verifikasi usia, nantinya apabila pengguna teridentifikasi berusia di bawah 16 tahun mereka akan diarahkan memiliki akun Roblox Kids atau Roblox Select.

Pos terkait