Materi yang dipresentasikan menunjukkan konsumsi rokok berdampak multisektoral. Dari sisi kesehatan, nikotin pada rokok dan vape disebut dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak anak dan remaja yang masih dalam masa pertumbuhan.
Sementara itu rokok juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit kronis seperti kanker, stroke, penyakit jantung, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) hingga diabetes.
Paparan asap rokok pada anak juga disebut meningkatkan risiko stunting lebih tinggi dibanding anak dari keluarga non-perokok.
Dalam paparan pada lokarya tersebut juga disebutkan kerugian ekonomi akibat konsumsi rokok mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun, termasuk beban pembiayaan kesehatan yang sebagian besar ditanggung negara melalui layanan kesehatan nasional.
Fenomena tingginya belanja rokok juga tercermin dalam data pengeluaran masyarakat. Sejumlah laporan BPS menunjukkan rokok dan tembakau masih menjadi salah satu komponen pengeluaran terbesar rumah tangga Indonesia, bahkan melampaui sejumlah kebutuhan pangan bergizi seperti ikan, telur dan susu. ***


















