Sadranan Dusun Karang Nongko, Wujud Syukur dan Pelestarian Alam

Arak-arakan warga membawa nasi tumpeng menuju mata air Sumber Mas Kali Odo (foto: Pemkab Semarang)
Arak-arakan warga membawa nasi tumpeng menuju mata air Sumber Mas Kali Odo (foto: Pemkab Semarang)

MATASEMARANG.COM – Ratusan warga Dusun Karang Nongko, Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, memadati mata air Sumber Mas Kali Odo untuk mengikuti tradisi Sadranan, Minggu 10 Mei 2026.

Tradisi tahunan ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus pengingat pentingnya menjaga kelestarian sumber air.

Keunikan Kali Odo membuat acara ini semakin istimewa. Kepala Desa Gedangan Darodji menjelaskan bahwa debit air justru deras saat musim kemarau, sementara di musim penghujan malah berkurang.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Saatnya Cek Arah Kiblat pada 15 dan 16 Juli 2025

Air tersebut dimanfaatkan petani di Gedangan, Rowosari, dan Sraten untuk bercocok tanam.

Sejak pagi, arak-arakan warga berjalan tertib dari perempatan Karangnongko menuju sumber air, diiringi drumband MI Gedangan.

Warga membawa gunungan makanan dan nasi tumpeng dalam tampah, yang kemudian diperebutkan setelah doa keselamatan dipanjatkan oleh tokoh agama.

Acara turut dihadiri Camat Tuntang Dani Ardianto mewakili Bupati Semarang Ngesti Nugraha serta anggota DPRD Kabupaten Semarang Sis Budiono.

Dalam sambutannya, Dani berharap tradisi ini menjadi momentum warga untuk bersyukur sekaligus menjaga lingkungan sekitar Kali Odo agar tetap hijau.

BACA JUGA  Semarang Didominasi Hujan Ringan Mulai Siang

Sementara itu, Sis Budiono menegaskan dukungan pengembangan Sumber Mas Kali Odo sebagai obyek wisata.

“Kita bisa memanfaatkan dana APBD untuk mengembangkannya,” ujarnya.

Tradisi Sadranan di Kali Odo bukan hanya ritual budaya, tetapi juga potensi wisata alam yang bisa menarik lebih banyak pengunjung ke Gedangan.

Pos terkait