Dukungan armada angkut disiapkan secara optimal. DLH menurunkan dua unit kontainer dan dua dump truck, sementara DPKP menyiagakan tiga dump truck.
Dengan daya tampung maksimal sekitar lima ton per armada, total kapasitas pengangkutan yang disiapkan mencapai 35 ton sampah.
Pembagian tugas antar-instansi juga dilakukan secara sistematis. DLH dan DPKP berfokus pada area permukaan jalan dan lapangan, sedangkan DPU bergerak mengamankan jaringan saluran air dan drainase dari sumbatan sampah.
Imbauan Pemilahan Sampah hingga Akhir Rangkaian Acara
Mengingat rangkaian perhelatan MTQ Nasional XXXI masih akan berlangsung hingga 20 September 2026, operasi kebersihan disiapkan secara berkelanjutan di seluruh venue perlombaan, sentra UMKM, dan area penginapan kafilah.
Agustina menekankan bahwa fokus pemerintah daerah tidak hanya pada pengangkutan akhir, melainkan pada tata kelola pengolahan dari sumbernya.
“Yang lebih penting adalah bagaimana sampah itu dikurangi, dipilah, dan dikelola sejak dari sumbernya. Ini menjadi pekerjaan bersama selama MTQ berlangsung,” jelasnya.
Ia mengimbau seluruh masyarakat, panitia, serta kafilah dari berbagai provinsi untuk ikut menjaga ketertiban dengan membuang sampah pada tempatnya.
“Target kita jelas: MTQ sukses, masyarakat nyaman, pelayanan berjalan, dan Kota Semarang tetap bersih. Ini tanggung jawab kita bersama sebagai tuan rumah,” pungkas Agustina.


















