MATASEMARANG.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat program pembangunan rumah apung bagi warga terdampak di Kecamatan Sayung sebagai langkah konkret menghadapi perubahan iklim dan kenaikan muka air laut yang kian ekstrem.
Proyek ini merupakan buah sinergi antara Pemprov Jateng, Pemerintah Kabupaten Demak, dan Bank Jateng.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jawa Tengah Boedyo Dharmawan menjelaskan bahwa rumah apung bukan sekadar bantuan fisik biasa, melainkan solusi strategis untuk wilayah yang secara teknis sulit dikeringkan kembali.
Fokus utama pembangunan saat ini menyasar dua titik paling terdampak, yakni Desa Timbulsloko dan Desa Bedono.
“Kami terus mendorong bantuan rumah apung ini sebagai langkah solutif bagi saudara-saudara kita di Kabupaten Demak yang selama ini rumahnya kerap terendam air laut,” ujar Boedyo saat memberikan keterangan pada Rabu 22 April 2026.
Program rumah apung ini menunjukkan tren peningkatan jumlah unit yang signifikan setiap tahunnya.
Sejak dimulai dengan satu unit purwarupa (prototype) pada tahun 2023 oleh Pemkab Demak, proyek ini terus berkembang pesat.
Pada tahun 2024, satu unit tambahan dibangun melalui dukungan Yayasan SHEEP Indonesia.
Memasuki tahun 2025, pembangunan melonjak dengan tambahan 13 unit yang bersumber dari CSR Bank Jateng dan pemerintah daerah.
Untuk tahun 2026 ini, pemerintah menargetkan pembangunan total 20 unit rumah apung baru.
Rinciannya mencakup 19 unit di Desa Timbulsloko dan 1 unit di Desa Bedono.


















