MATASEMARANG.COM – Wali Kota Salatiga Robby Hernawan mengatakan APBD Kota Salatiga tidak mampu menanggung penuh biaya pembangunan Taman Wisata Religi Salatiga (TWRS) di Jalan Patimura.
Proyek ikonik yang digadang sebagai simbol kerukunan dan toleransi ini membutuhkan dana sekitar Rp77 miliar, sementara dana yang tersedia baru Rp16 miliar termasuk bantuan Bankeu Provinsi Jawa Tengah.
Untuk itu, Pemkot Salatiga mencari terobosan dengan melibatkan umat beragama dan dukungan CSR.
“Kami mendorong umat masing-masing agama untuk membangun tempat ibadah di kawasan TWRS. Pemkot mendukung penuh, termasuk mengirim surat ke berbagai pihak, mulai dari umat Islam untuk pembangunan masjid, ke Vatikan untuk Katolik, ke Bali untuk Hindu, dan kepada pengurus agama lainnya,” jelas Robby, Jumat 17 April 2026.
Ia menambahkan, Pemkot telah menyiapkan lahan di TWRS dan mengatur zonasi agar pembangunan berjalan tertib tanpa menimbulkan persaingan antarumat.
“Kami akan atur sebaik mungkin. Kerukunan di Salatiga harus tetap terjaga,” tegasnya.
Dengan dibukanya exit tol Patimura Salatiga, kawasan TWRS akan berdampingan dengan Taman Wisata Sejarah Salatiga (TWSS) sebagai destinasi unggulan kota.
Kehadiran dua kawasan wisata ini diharapkan memperkuat citra Salatiga sebagai Kota Tertoleran di Indonesia sekaligus mendukung sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

















