Selain layanan kesehatan, Tim Kesiagaan Bencana Unsoed melakukan survei lapangan di titik longsor dan banjir untuk memperoleh gambaran komprehensif penyebab bencana dan potensi risiko susulan.
Hasil observasi awal dipaparkan bersama Kodim 0702/Purbalingga, Forkopimda, BPBD, serta pemerintah daerah.
Ketua Tim Kesiagaan Bencana Unsoed Dr. Dyah Susanti, S.P., M.P., menegaskan bahwa kajian kebencanaan akan terus dilanjutkan dalam satu bulan ke depan guna mendukung mitigasi dan pemulihan pascabencana berbasis ilmiah.
“Unsoed akan terus memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan dan teknologi melalui riset kebencanaan, baik pada fase mitigasi, tanggap darurat, maupun pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Kehadiran Unsoed di Serang Purbalingga menjadi wujud kepedulian kemanusiaan sekaligus komitmen perguruan tinggi dalam mendukung SDGs Tujuan 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui pendekatan kesehatan, psikososial, dan mitigasi bencana berbasis riset.


















