MATASEMARANG.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Sukoharjo dan mengamankan sejumlah orang termasuk Bupati Etik Suryani pada Kamis 9 Juli 2026 malam.
OTT tersebut diduga berkaitan dengan perkara pemerasan terhadap perangkat daerah. Hingga kini, KPK masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendukung penuh langkah KPK yang melakukan OTT terhadap Bupati Sukoharjo Etik Suryani.
Meski kepala daerah tersandung persoalan hukum, Ahmad Luthfi memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Sukoharjo tetap berjalan normal.
“Siapa pun pemimpinnya yang menghadapi persoalan hukum, pelayanan pemerintahan dan pelayanan publik tidak boleh terganggu. Kita akan backup jalannya pemerintahan di Sukoharjo,” tegasnya usai menghadiri Konferensi Nasional Kusta 2026 di Jakarta, Jumat 10 Juli 2026.
Dia mengaku prihatin atas peristiwa tersebut. Ia menekankan pentingnya keteladanan pemimpin dalam mewujudkan pemerintahan bersih dan berintegritas.
“Ikan itu busuknya dari kepala. Artinya, pemimpin harus memberikan contoh dan suri teladan dalam setiap kegiatan,” ujarnya.
Menurutnya, prinsip tata kelola pemerintahan yang baik harus diterapkan oleh seluruh pejabat, mulai dari penggunaan kewenangan, pengelolaan anggaran, hingga pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. Semua proses harus dijalankan secara transparan dan akuntabel.
Luthfi berharap seluruh kepala daerah menjadikan integritas sebagai landasan utama dalam menjalankan amanah.


















