MATASEMARANG.COM – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendapati temuan baru atas meninggalnya tiga polisi ketika tengah mengusut kasus narkoba.
Kompolnas menduga tiga anggota Polres Katingan, Kalimantan Tengah, meninggal karena dibunuh terduga pelaku narkoba saat tengah melaksanakan operasi pengungkapan kasus narkoba.
Komisioner Kompolnas Supardi Hamid dalam keterangan video yang diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa dirinya dan Komisioner Kompolnas lainnya, yakni Choirul Anam, telah mengecek tempat kejadian perkara (TKP).
Di sana, ia menemukan ceceran darah yang mengarah ke sungai. Menurutnya, temuan itu membantah dugaan bahwa para korban meninggal dunia karena tenggelam di sungai.
“Tesis bahwa para korban ini melarikan diri ke sungai dan kemudian mati tenggelam adalah tidak terbukti. Justru terbantahkan dari fakta di sini di mana kita menemukan ceceran darah yang kemudian ceceran darah itu kemudian berakhir di sungai,” ucapnya.
Ia menduga para korban dibunuh terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai.
“Artinya ini adalah secara jelas masuk ke dalam kategori intentionally killing yang dilakukan oleh para bandar narkoba ini untuk menghabisi para petugas kepolisian dan baru kemudian dibuang ke sungai,” ucapnya.
Diketahui, tiga anggota Polres Katingan gugur dalam operasi pemberantasan peredaran narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Ketiganya adalah Ipda (Anumerta) Sumariyanto, Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra, dan Briptu (Anumerta) Nopandri Ramadhana.


















