Selain ancaman megathrust di pesisir selatan, ia juga menyoroti kompleksitas Sesar Opak yang menjadi pemicu gempa darat tahun 2006.
Menurut dia, hasil studi terbaru menunjukkan sesar tersebut bukan patahan tunggal, melainkan sistem patahan kompleks yang bercabang saat mendekati permukaan bumi.
“Sesar Opak ini tidak memotong permukaan sehingga disebut blind fault. Namun, mekanisme pergerakannya sangat dinamis dan energinya belum sepenuhnya terlepas sejak kejadian 2006. Hal ini menuntut penataan ruang yang lebih ketat, terutama di zona-zona dengan tingkat amplifikasi guncangan yang tinggi,” katanya.
Ia dalam seminar tersebut secara terbuka mengapresiasi konsistensi kepemimpinan di DIY yang mempercayai rekomendasi berbasis ilmu pengetahuan (science-based policy).
Dengan begitu, ia berharap, sinergi antara teknologi peringatan dini dan kearifan lokal terus dijaga agar tetap dalam kesiapsiagaan, mengingat siklus bencana besar di masa depan sebagai hal yang harus dilakukan mitigasi sejak dini. [Ant]


















