Sejak mengoptimalkan fitur digital dan promosi awal 2024, penjualan online Tinctori melonjak hingga dua kali lipat, menyumbang sekitar 20 persen dari total omzet keseluruhan perusahaan dan hingga 80 persen saat momen puncak Ramadan/Lebaran.
Pesanan mengalir tak hanya dari Pulau Jawa dan Makassar, tetapi juga menembus pasar ekspor seperti Malaysia dan beberapa negara ASEAN melalui Program Ekspor Shopee.
Komitmen platform dalam mendampingi langkah para pelaku usaha lokal seperti Tinctori ditegaskan oleh Head of Corporate Affairs Shopee Indonesia Satrya Pinandita.
Satrya percaya bahwa UMKM dan produk lokal memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut, Shopee terus berupaya menghadirkan berbagai inovasi, program, dan fitur yang dapat membantu pelaku usaha mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan, baik di pasar lokal maupun global.
“Melalui inisiatif dan program UMKM seperti Kampus UMKM Shopee dan Program Ekspor Shopee, kami ingin membuka lebih banyak akses, peluang, dan dukungan bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing produk lokal serta menjangkau pasar yang lebih luas. Ke depan, kami akan terus memperkuat komitmen tersebut melalui kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia,” ungkap Satrya.
Langkah perluasan jangkauan pasar UMKM ke kancah internasional tersebut turut diperkuat oleh Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang.
Sejak diluncurkan pada tahun 2019, Program Ekspor Shopee telah sukses memasarkan lebih dari 90 juta produk UMKM lokal ke berbagai negara di Asia Tenggara, Asia Timur, hingga Amerika Latin.


















