Melalui sinergi bersama pemerintah dan mitra strategis, Shopee berupaya untuk membuka akses pasar global guna meningkatkan daya saing produk domestik di kancah internasional. Sebagai bentuk inovasi berkelanjutan dalam memberikan kendali operasional penjual di pasar global, pihaknya juga meluncurkan Program Ekspor Shopee FLEXI pada Juli 2025.
“Inisiatif ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas bagi para penjual untuk mengatur sendiri strategi pemasaran toko ekspor mereka. Melalui rangkaian langkah strategis ini, Shopee berkomitmen mengakselerasi pertumbuhan UMKM Indonesia guna memperluas jangkauan pasarnya dan tumbuh menjadi brand yang berdaya saing global,” terang Balques.
Berdasarkan data hingga Desember 2025, Shopee mencatat bahwa fesyen menjadi salah satu dari tiga kategori produk ekspor teratas bersama perlengkapan otomotif dan perlengkapan rumah. Selain itu, Malaysia, Singapura, dan Filipina menjadi tiga destinasi ekspor teratas bagi produk-produk UMKM lokal Indonesia.
Kini, karya Tinctori tak hanya dipajang di etalase digital, tetapi juga bertengger di 19 jaringan ritel ternama seperti Central Department Store Grand Indonesia, Alun-Alun Indonesia, Pendopo, hingga jaringan galeri di Bali dan Surabaya. Bahkan, desainer dan mahasiswa fesyen asal Prancis kerap datang untuk magang dan merancang koleksi kolaborasi internasional di workshop sederhana milik Saiful.
Kemewahan yang Membumi

Meski produknya telah melanglang buana dan dihargai hingga Rp2 juta per potong, Saiful tetap membumi. Ia tak ambil pusing jika ada kompetitor yang meniru desain busananya. Bagi Saiful, keunikan Tinctori terletak pada narasi, nilai sejarah, dan kejujuran proses yang dibangun sejak 2008.


















