Dewan Nilai Fungsi Pompa Kurang Maksimal Atasi Banjir di Timur Semarang

Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Nunung Sriyanto. (matasemarang.com/Lia Dina)
Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Nunung Sriyanto. (matasemarang.com/Lia Dina)

“Pompa yang ada sebenarnya cukup, tapi ada yang macet dan belum optimal. Pemerintah kota sudah memprioritaskan perbaikan pompa agar pemukiman yang rawan banjir bisa lebih cepat kering,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pembangunan embung besar di Kaligawe dan Genuk menjadi harapan baru bagi warga Semarang Timur.

Embung tersebut akan berfungsi menampung air kiriman dari wilayah atas, sehingga potensi banjir bisa berkurang signifikan di tahun-tahun mendatang.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Transportasi Hijau Semarang, Rukiyanto: Modernisasi Armada dan Kebijakan Subsidi Jadi Kunci

“Untuk banjir tahun ini sebenarnya sudah lebih baik dari sebelumnya. Di Tlogosari misalnya, genangan tidak separah tahun lalu. Namun Muktiharjo masih jadi tumpuan air dari berbagai wilayah,” jelasnya.

Selain masalah aliran air, Nunung juga menyoroti buruknya sistem drainase di sejumlah kawasan. Ia menilai banyak saluran air yang tertutup bangunan pribadi seperti ruko, sehingga menghambat pembuangan air.

“Drainase di pinggir Kali Tlogosari Kulon misalnya, banyak yang tertutup. Padahal kalau salurannya lancar, air bisa cepat surut. Ini perlu penertiban, karena dampaknya dirasakan masyarakat luas,” tegasnya.

BACA JUGA  Pemkot Semarang Dirikan Dapur Umum dan Optimalkan Pompa untuk Banjir di Genuk

Ia juga menyoroti tingginya sedimentasi di sejumlah saluran. Namun, menurutnya, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) sudah bekerja cukup baik dengan rutin melakukan pembersihan dan pengerukan.

“Petugas lapangan atau pasukan bebek, karena mereka selalu turun ke saluran untuk membersihkan lumpur dan sampah. Jadi pelayanan sudah bagus, tinggal percepatan agar hasilnya lebih terasa,” ujarnya.

Nunung mengaku optimistis upaya pemerintah kota dan dukungan kementerian pusat akan membawa hasil nyata. Ia berharap, target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2027, yakni Semarang bebas banjir, bisa terwujud.

Pos terkait