Sebagai informasi, pada tahun 2024, Pemkot Semarang telah menekankan pembuatan biopori di berbagai ruas jalan protokol, seperti Jalan Pahlawan dan Jalan Pemuda yang kerap mengalami genangan saat musim hujan. Targetnya adalah 5.000 titik biopori di seluruh kota.
Program dimulai dengan 100 titik di enam jalan utama, yakni Jalan Sultan Agung, Jalan S. Parman, Jalan Diponegoro, Jalan Pahlawan, Jalan Pemuda, dan Kalisari. Tak hanya itu, 17 Ruang Terbuka Hijau (RTH) di 11 kecamatan juga menjadi lokasi pengembangan biopori.
Selain menyasar ruang publik, DLH juga memperluas penerapan biopori di berbagai lokasi Program Kampung Iklim (Proklim) sebagai bagian dari strategi adaptasi perubahan iklim berbasis masyarakat.

















