Hakim MK Cecar Operator Seluler yang Hanguskan Sisa Kuota

Adapun Hakim Daniel Yusmic P. Foek memohon kepada para pihak untuk memaparkan kebutuhan infrastruktur jaringan internet tersebut yang disampaikan dalam keterangannya, bahwa biaya yang dikeluarkan juga terkait dengan pembangunan infrastruktur jaringan internet yang besar.

Daniel ingin mengetahui seberapa besar biaya pembangunan infrastruktur tersebut, sehingga aturan harga kuota tarif atas dan bawah yang diatur pemerintah sedemikian rupa.

“Saya membayangkan ke depan harga (kuota internet) pasti lebih murah, kalau sekarang karena pembangunan infrastruktur membutuhkan biaya cukup mahal, jadi kira-kira dari pengeluaran ini yang menentukan karena faktor infrastruktur yang utama, dari infrastruktur itu berapa persen,” tanyanya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Polisi Ingatkan Petugas Parkir Tak Lakukan Pungli dan Jalankan Tugasnya Secara Profesional

Senada dengan itu, Hakim Konstitusi Enney Nurbaningsih juga memberikan pertanyaan yang sama yang pernah ditujukannya kepada pemerintah selaku regulator pada sidang sebelumnya, terkait akumulasi uang dari kuota yang sudah dibayarkan kemana dialokasikan oleh masing-masing provider.

Warga Negara Dirugikan

Pertanyaan tegas disampaikan Hakim Konstitusi Saldi Isra yang menekankan bahwa internet sudah menjadi hajat hidup orang banyak, bukan barang tetapi jasa.
Meskipun para provider tidak mendapat keuntungan dari sisa kuota yang hangus, ada warga negara yang dirugikan dari hangusnya kuota internet tersebut.

BACA JUGA  Ketua Gapensi Semarang: Suami Mbak Ita Minta Rp2 Miliar untuk Urus Kasus di KPK

Dia meminta provider untuk memberikan penjelasan terkait inovasi-inovasi apa yang bisa dilakukan agar pengguna jasa tidak dirugikan.

“Jadi hajat hidup orang banyak menjadi pengikat saudara-saudara (provider) untuk tidak leluasa menentukan segala hal. Itu yang harus dipikirkan,” kata Saldi.

Pos terkait