IHSG Kembali “Menyelam” di Bawah 5.000

Liza melanjutkan perhatian pelaku pasar tertuju pada peluang penyelesaian diplomatik konflik antara AS dengan Iran setelah kemenangan Partai Demokrat memunculkan harapan terhadap pendekatan yang lebih diplomatis.

Teheran tengah meninjau proposal yang disampaikan melalui mediator regional, meskipun kedua negara belum mencapai kesepakatan mengenai persyaratannya.

Sementara, risiko keamanan pelayaran di Teluk Persia juga masih tinggi, dengan sedikitnya lima insiden terkait kapal dilaporkan sejak Minggu (1/11/2026).

Bacaan Lainnya

“Meski ekspor minyak mentah kawasan Teluk mulai mendekati level sebelum perang, ancaman terhadap jalur perdagangan dan kenaikan biaya transportasi masih menjadi risiko,” ujar Liza.

Dari dalam negeri, ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen year on year (yoy) pada kuartal III 2026, meningkat dari 5,29 persen (yoy) pada kuartal sebelumnya, dengan konsumsi rumah tangga dan investasi menjadi penopang utama yang berkontribusi 82,78 persen terhadap PDB.

Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04 persen (yoy), didukung peningkatan aktivitas restoran, hotel, dan transportasi, sementara investasi (PMTB) naik 6,06 persen (yoy), terutama ditopang pertumbuhan investasi kendaraan sebesar 12,96 persen.

Kemudian, konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 8,95 persen (yoy) seiring peningkatan belanja pegawai ASN serta realisasi program makan bergizi gratis (MBG). Meski demikian, sumber pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan investasi sedikit melambat dibandingkan kuartal sebelumnya.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 4,9-5,7 persen sepanjang 2026. Untuk menjaga momentum itu, BI akan memperkuat sinergi kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran bersama pemerintah.

Pos terkait