Ia menegaskan bahwa olahraga ini tidak memiliki batasan usia dan strata sosial. Di Semarang, anggota tertua bahkan mencapai usia 83 tahun, sementara yang termuda berada di kisaran usia 45 tahun.
“Biaya iuran kas sosial bulanan pun sangat terjangkau, hanya berkisar antara Rp10.000 hingga Rp15.000 sesuai kesepakatan kelompok saja,” sebutnya.
Meskipun terlihat mudah, jalan nordik memiliki teknik dan teori tersendiri. Posisi badan harus tegak, dan pergerakan tongkat harus bersilangan secara natural dengan langkah kaki yakni kaki kanan bersamaan dengan tongkat kiri, dan sebaliknya.
“Olahraga ini santai tapi berat. Setiap anggota baru pasti akan saya latih dan tungguin khusus agar jalannya tidak kaku dan tetap nyaman,” tuturnya.
Agenda terdekat, KJNI Kota Semarang bersiap menyambut gelaran HUT KJNI se-Indonesia yang akan dilaksanakan pada 27 September mendatang di Candi Prambanan, Jawa Tengah. Selain itu, Jawa Tengah—khususnya Kota Semarang—juga digadang-gadang akan menjadi tuan rumah gelaran nasional tersebut pada tahun depan.
Juara Lomba LD
Pada peringatan HUT tersebut juga digelar lomba lane dance dengan pemenang sebagai berikut :
Juara 1 : KJN Ungaran Serasi
Juara 2 : KJN Abhinaya
Juara 3 : KJN Merbau
Harapan 1 : KJN Plamongan
Harapan 2 : KJN Harmoni
***


















