MATASEMARANG.COM – Perempuan memiliki peran ganda dalam keluarga, tidak hanya sebagai pendidik pertama bagi anak, tetapi juga ikut mencukupi kebutuhan ekonomi rumah tangga.
Hal ini mengemuka dalam Dialog bertema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar di Front One HK Resort Simpang Lima Semarang, Senin 15 Desember 2025.
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah Krisseptiana menekankan pentingnya peran ayah dan ibu dalam mendidik anak.
“Anak di rumah tidak hanya membutuhkan ibu, tapi juga sosok ayah sebagai pembimbing agar nantinya bisa percaya diri dan kuat menghadapi tantangan di luar,” ujarnya.
Ia juga menegaskan perlunya menghapus budaya patriarki yang membatasi peran laki-laki dan perempuan dalam keluarga.
Dia mengatakan bahwa mendidik atau mengurus kebutuhan anak juga bisa dilakukan laki-laki.
Yang berkembang di budaya patriarki adalah tugas laki-laki hanya sebatas mencari nafkah saja.
“Semua bisa berperan mengisi satu sama lain. Ibu bisa juga mengurus anak sekaligus membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, misalnya dengan membangun UMKM di lingkungan rumah. Untuk itu perlu pendampingan pemerintah, mulai dari permodalan hingga pemasaran,” tambahnya.
Kepala DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah Ema Rachmawati menyampaikan bahwa isu gender masih menjadi tantangan besar.
“Gender tidak diajarkan di sekolah. Sehingga kami mendampingi OPD, yang mana usia mereka sudah dewasa agar sadar dan programnya mengangkat pengarusutamaan gender,” jelasnya.
Sebagai contoh, ia menyebut program di Dinas PU terkait MCK, sanitasi, dan air bersih yang berkontribusi menekan angka stunting serta kematian ibu dan anak.





















