MATASEMARANG.COM – Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah Krisseptiana mengatakan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada sejauh mana masyarakat terlibat dalam prosesnya.
Ia menilai, organisasi masyarakat (ormas) dan kelompok pemuda harus menjadi garda terdepan dalam mengawal setiap kebijakan pemerintah.
Mbak Tia, sapaan akrab Krisseptiana mengungkapkan bahwa selama ini partisipasi publik seringkali masih terhambat oleh keterbatasan akses dan minimnya ruang dialog.
Padahal, menurutnya, pemuda memiliki kreativitas dan daya adaptasi yang sangat dibutuhkan untuk melakukan transformasi daerah.
“Kita tidak ingin pembangunan di Jawa Tengah bersifat eksklusif atau hanya dari atas ke bawah (top-down). Ormas dan pemuda harus hadir untuk memastikan aspirasi riil di bawah sampai ke meja pengambil kebijakan,” terang Krisseptiana di Hotel Siliwangi, Semarang Tengah, Jumat 8 Mei 2026.
Dalam forum bertajuk “Optimalisasi Peran Organisasi Masyarakat dan Pemuda dalam Pembangunan di Jawa Tengah” tersebut, Krisseptiana menggarisbawahi tiga poin krusial untuk memperkuat posisi masyarakat:
- Penguatan Kapasitas Kelembagaan: Agar ormas tidak hanya sekadar nama, tetapi memiliki sistem yang profesional dalam menyalurkan aspirasi.
- Sinergi Legislatif-Masyarakat: Membangun jalur komunikasi dua arah antara DPRD dan komunitas lokal untuk pengawasan Perda yang lebih tajam.
- Adaptasi Teknologi: Mendorong pemuda memanfaatkan teknologi informasi untuk menciptakan inovasi sosial yang berdampak luas.
Kegiatan yang berlangsung intensif ini bukan sekadar sosialisasi, melainkan ajang koordinasi untuk menghasilkan langkah strategis yang konkret.
Krisseptiana berharap sinergi antara pemerintah, legislatif, dan pemuda dapat meminimalkan sumbatan komunikasi dalam pelaksanaan kebijakan di lapangan.
“Energi pemuda itu luar biasa. Jika disatukan dengan komitmen pemerintah, saya optimis Jawa Tengah mampu menjawab tantangan globalisasi dengan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” imbuhnya.


















