MATASEMARANG.COM – Masalah kesehatan mental di kalangan remaja Jawa Tengah kini menjadi perhatian serius.
Menanggapi fenomena tersebut, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Krisseptiana, menggelar kegiatan Peningkatan Kualitas Kebijakan melalui Media Tradisional dengan tema “Pencak Silat: Warisan Budaya Bentengi Mental Generasi Masa Depan”.
Acara yang berlangsung di Hotel Front One HK Simpanglima, Semarang, pada Jumat 8 Mei 2026 itu bertujuan menyinergikan nilai kearifan lokal dengan upaya penguatan psikologis generasi Z dan Alfa.
Dalam paparannya, Krisseptiana menekankan bahwa tantangan remaja saat ini jauh lebih kompleks akibat tuntutan akademik dan dinamika dunia digital.
Menurutnya, Pencak Silat bukan hanya soal ketahanan fisik, tetapi juga media olah rasa dan olah jiwa.
“Pencak silat mengajarkan keseimbangan hidup dan pengendalian diri. Nilai-nilai inilah yang menjadi modal penting bagi remaja kita untuk menghadapi stres dan kecemasan di era digital,” ujar sosok yang akrab disapa Mbak Tia tersebut.
Sebagai bagian dari fungsi legislatif, Krisseptiana juga mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Tengah Nomor 9 Tahun 2022 tentang Sistem Kesehatan.
Langkah ini diambil untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pemerintah hadir menjamin hak kesehatan masyarakat, baik jasmani maupun rohani.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa ada landasan hukum yang kuat melalui Perda Sistem Kesehatan dan Perda Penyelenggaraan Keolahragaan. Tujuannya jelas, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan menghapus stigma negatif terhadap isu kesehatan mental,” tambahnya.


















