Beberapa poin penting yang dihasilkan dari pertemuan ini antara lain:
Edukasi Literasi Mental: Menghilangkan stigma “tabu” dalam membicarakan isu kesehatan mental di lingkungan keluarga dan sekolah.
Pemanfaatan Media Tradisional: Menggunakan budaya lokal sebagai sarana komunikasi yang lebih efektif dan diterima secara emosional oleh masyarakat.
Karakter Tangguh: Mendorong remaja aktif dalam kegiatan positif seperti olahraga untuk membentuk karakter yang disiplin dan stabil secara emosional.
Melalui inovasi kebijakan yang dikemas secara kultural ini, diharapkan para remaja di Jawa Tengah tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental.
“Kita ingin generasi penerus bangsa yang tidak mudah menyerah. Dengan raga yang sehat melalui pencak silat dan jiwa yang kuat melalui literasi mental, Jateng siap mencetak SDM unggul,” pungkas Krisseptiana.


















