Materi ketiga oleh Mukti Trenggono mengangkat Practical Deep Sea Habitat Protection.
Sesi ini menekankan langkah-langkah langsung yang dapat diterapkan pelaku usaha, seperti teknik penangkapan ikan berkelanjutan, upaya mengurangi tekanan manusia, serta perlindungan kawasan sensitif di perairan laut dalam.
Selain para narasumber, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, antara lain Della Selvia Syahroni dan Annisa Puspadewi M (S1 Ilmu Kelautan), serta Yogi Satrio (S2 Bioteknologi Pertanian Unsoed). Dr.rer.nat.
Riyanti selaku salah satu tim pelaksana menyampaikan bahwa program ini menghadirkan perpaduan pengetahuan internasional dan nasional untuk membantu pelaku usaha perikanan memahami kerentanan ekosistem laut dalam.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap bahaya gangguan akustik dan mendorong praktik penangkapan yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Cilacap sebagai salah satu pusat industri perikanan nasional diharapkan mampu memperkuat sinergi antara sains, kebijakan, dan praktik lapangan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya ikan laut dalam.

















