Rombongan pejabat negara dan tamu lainnya itu mengantre dari arah pintu depan Istana Merdeka untuk bersalaman satu per satu dengan Presiden Prabowo.
Dalam rangkaian acara itu, Presiden Prabowo juga melakukan halalbihalal lebih dulu dengan Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono beserta keluarganya, dan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo beserta keluarganya.
Gelar griya di Istana Kepresidenan RI saat Hari Raya Idul Fitri merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun selama masa pemerintahan Presiden Prabowo.
Dalam momen perayaan Idul Fitri itu, Istana Kepresidenan RI terbuka untuk masyarakat umum.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, saat ditemui wartawan di sela acara gelar griya, menjelaskan jumlah masyarakat yang memasuki Istana untuk halalbihalal dengan Presiden mencapai 4.000 sampai 5.000 orang.
“Kami berikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin hadir sukarela, dipersilakan. Sepanjang masih memungkinkan, kami persilakan untuk masuk dalam lingkungan Istana Merdeka,” kata Prasetyo Hadi.
Warga yang datang untuk halalbihalal dengan Presiden masuk dari pintu belakang Istana Negara, kemudian berjalan memasuki area halaman tengah Istana Kepresidenan.
Aneka panganan khas Lebaran, seperti ketupat dan opor, kemudian empal gentong, dan bakso disajikan untuk masyarakat yang menghadiri acara gelar griya di Istana.
Halalbihalal dan acara gelar griya di Istana itu kemudian ditutup pada Sabtu petang sekitar pukul 18.00 WIB. [Ant]


















