Wali kota menekankan fokus pemerintah bukan semata-mata terhadap proses hukum, melainkan terhadap pemulihan kondisi dan pemanfaatan kembali barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
“(Hal) yang terpenting sekarang adalah pemulihan. Kita ingin agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, dan fasilitas yang rusak maupun hilang bisa segera ditangani,” jelasnya.
Wali Kota Aaf yakin, sebagian besar barang yang hilang bisa kembali, sehingga beban kerugian akibat kerusuhan dapat diminimalisasi.
“Kami dari Pemkot Pekalongan juga berkomitmen menjaga kondusivitas daerah dengan melibatkan semua pihak, agar situasi kembali normal,” tukasnya.


















