MATASEMARANG.COM – Pemerintah Kota Pekalongan bersama tiga daerah sekitar menancapkan tonggak penting dalam pengelolaan sampah. Mereka menggandeng investor China untuk mengolah sampah jadi energi listrik.
Para pihak menandatangani nota kesepahaman kerja sama dalam pengelolaan sampah berbasis waste to energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik dengan investor asal China.
Wali Kota Pekalongan Afzab Arslan Djunaid di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa kesepakatan ini menjadi langkah strategis dan serius pemerintah daerah dalam menjawab persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi problem klasik hampir di seluruh daerah di Indonesia.
“Alhamdulillah, empat kota/kabupaten yakni Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Batang sudah melakukan MoU. Sebenarnya banyak perusahaan yang sudah komunikasi dan mempresentasikan dengan kita tetapi yang benar-benar serius dan sudah sampai MoU ini baru perusahaan dari Tiongkok,” katanya.
Investor yang menjadi mitra ini merupakan perusahaan Tiongkok di bawah naungan Chinese People Political Consultative Conference (Holding Company).
Proyek tersebut, kata dia, ditargetkan mulai terealisasi pada 2026 dengan skema kerja sama jangka panjang.
Ia mengatakan dalam nota kesepahaman itu juga telah disepakati lokasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah yang akan ditempatkan di wilayah Kabupaten Pekalongan karena Pemkot Pekalongan tidak lagi memiliki ketersediaan lahan untuk pembangunan instalasi berskala besar.


















