Dalam hal ini, pentingnya meningkatkan edukasi mengenai indikasi penggunaan terapi inhalasi yang tepat. Jika terjadi masalah pernapasan segera berkonsultasi dengan dokter. Ia mengatakan bahwa nebulisasi pada dasarnya diperuntukkan bagi penyakit saluran pernapasan, terutama asma.
“Penyakit infeksi ada yang namanya croup laringitis, bronkiolitis yang bunyinya ngik-ngik juga napasnya. Itu kita bisa menggunakan terapi inhalasi. Karena obat yang diberikan melalui terapi inhalasi itu memang obat dengan mekanisme kerja di sistem pernapasan untuk penyakit-penyakit tertentu,” ujar dia. [Ant]


















