“Agar seluruh keluarga bisa kembali dari mudik dengan selamat dan sehat,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya kondisi fisik pengemudi sebagai faktor utama keselamatan karena mereka yang paling menentukan keselamatan perjalanan. Ia juga mengimbau pemudik untuk beristirahat secara berkala.
“Setiap tiga jam kalau bisa berhenti, agar tidak ngantuk dan tidak capek. Karena kelelahan menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan,” ujarnya.
Pesan Luthfi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor dalam pengelolaan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Ia menyebut, jumlah kendaraan yang masuk ke Jawa Tengah selama mudik lebaran 2026 mencapai sekitar 1.795.522 unit, sementara yang keluar tercatat sekitar 1.099.049 unit.
Pada arus balik, ia mengatakan, baru sekitar 153.136 kendaraan yang telah kembali, sementara sekitar 1,6 juta kendaraan lainnya masih berada di wilayah Jawa Tengah.
“Artinya masih ada yang belum kembali. Kami berharap masyarakat tidak terburu-buru dan bisa memanfaatkan waktu perjalanan yang masih tersedia,” kata Luthfi.
Ia juga mengimbau pemudik untuk memanfaatkan kebijakan WFA agar arus balik tidak terpusat pada satu waktu.
Luthfi memastikan kondisi infrastruktur jalan di Jawa Tengah dalam kondisi baik dan tidak menimbulkan keluhan signifikan dari masyarakat. Selain itu juga kecelakaan lalu lintas menurun.
“Ini menunjukkan bahwa bukan hanya faktor jalan, tetapi kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas juga semakin baik,” ujarnya.


















