Gus Ipul juga memasang stiker pembagian kamar bagi peserta muktamar. Setelah itu, ia memimpin apel panitia yang akan bertugas melayani peserta di Tower 5 UNWAHA.
Selain itu, ia menggelar rapat bersama panitia lokal untuk memastikan seluruh persiapan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU berjalan sesuai rencana.
Ia mengingatkan panitia bahwa Muktamar ke-35 NU memiliki makna tersendiri karena digelar di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas yang memiliki keterkaitan dengan sejarah para pendiri NU.
“Kita kembali ke pangkuan muassis. Karena itu, mari kerahkan seluruh kemampuan kita. Kita berharap dari Muktamar ini mendapatkan keberkahan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU K.H. Abdurrozaq Sholeh mengajak seluruh panitia menjadikan kesempatan menjadi tuan rumah muktamar sebagai momentum untuk melayani para kiai dan ulama dengan sebaik-baiknya.
“Seratus tahun lagi belum tentu Muktamar kembali ke Tambakberas. Maka dari itu, mari kita serius melayani para ulama. Niatnya ditata, niat yang ikhlas,” katanya.
Menurut Gus Rozaq, pelaksanaan Muktamar ke-35 NU akan menjadikan Tambakberas sebagai salah satu pusat perhatian warga Nahdliyin dari berbagai daerah, termasuk dari luar negeri.
“Seluruh dunia akan memandang Tambakberas. Karena itu, mari kita tunjukkan pelayanan terbaik kita kepada para kiai, ulama, dan seluruh muktamirin,” ujarnya. [Ant]

















